top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Peran Australia dalam Perundingan Renville

Australia berkeinginan kuat melindungi kepentingan Indonesia, tapi harus menghadapi Belanda, Belgia, dan Amerika Serikat.

2 Okt 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Richard Clarence Kirby, wakil Australia dalam Komisi Tiga Negara, mengumumkan tercapainya kesepakatan Indonesia dan Belanda di atas kapal USS Renville pada 17 Januari 1948. (70yearsindonesiaaustralia.com).

  • 3 Okt 2020
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 4 Mei 2025

BULAN Oktober 1947 menjadi awal pengalaman baru bagi Richard C. Kirby dari Australia, Paul van Zeeland dari Belgia, dan Frank Graham dari Amerika Serikat. Mereka anggota Komisi Tiga Negara (KTN) yang terbentuk atas prakarsa Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyelesaikan konflik bersenjata Indonesia dan Belanda.


Ketiganya mengadakan serangkaian pertemuan maraton di berbagai tempat: dari Lake Success (AS), Sydney (Australia), sampai Jakarta (Indonesia). Ketiganya berupaya merumuskan wewenang KTN dan cara-cara paling efektif untuk meredam pertumpahan darah pejuang Republik dengan tentara Belanda.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Melanggengkan Praktik Kamp Interniran

Melanggengkan Praktik Kamp Interniran

Praktik kamp interniran tak lantas berhenti meski Jepang telah angkat kaki. Setelah Indonesia merdeka, kamp interniran berlanjut pada masa revolusi.
Demi Minyak Pasukan Khusus Dikirim Ke Jambi

Demi Minyak Pasukan Khusus Dikirim Ke Jambi

Jambi termasuk daerah sulit direbut pasukan payung dan Gadjah Merah Belanda. Diprioritaskan untuk direbut karena menjadi penghasil minyak buat Indonesia.
Bianglala Kehidupan di Balik Kamp Interniran Jepang

Bianglala Kehidupan di Balik Kamp Interniran Jepang

Selain mencerminkan kejamnya perang, kamp interniran merekam sisi-sisi humanisme yang dialami para tahanan. Kamp-kamp interniran itu kini tak berjejak lagi.
Westerling Terkulai Dirudal Jerman

Westerling Terkulai Dirudal Jerman

Sebelum jadi "jagal" di Indonesia, Kapten Westerling harus merasakan pahitnya rudal Jerman dalam PD II. Berbulan-bulan dia harus dirawat di Inggris.
Di Balik Tiga Koleksi Indonesia yang Dikembalikan dari Belanda

Di Balik Tiga Koleksi Indonesia yang Dikembalikan dari Belanda

Belanda serahkan lagi tiga benda bersejarah kepada Indonesia. Arca Siwa, Prasasti Damalung dan sebuah Al-Quran direpatriasi untuk disimpan di Museum Nasional.
bottom of page