- 29 Agu 2018
- 3 menit membaca
Diperbarui: 29 Agu
BENNY Moerdani menelan pil pahit setelah Presiden Soeharto mencopotnya sebagai Panglima ABRI. Setelah menyingkirkan Benny, Soeharto mengalihkan tangan kepercayaannya kepada kelompok politisi. Dia pun mulai merapat ke kalangan Islam untuk memantapkan kekuasan. Hingga Soeharto lengser, hubungannya dengan Benny tak pernah kembali seperti semula: renggang, dingin, dan berjarak.
Pada 29 Agustus 2004, Soeharto dan Benny Moerdani kembali bersua. Namun dalam pertemuan kali ini, tak ada pembicaraan. Benny yang dulu tersohor karena sangar hanya terbujur kaku. Peti mati menjadi pembaringannya. Di hari minggu itu, Si Raja Intel menghembuskan nafas terakhir pada usia 71 tahun.
Di hadapan jenazah Benny, Soeharto yang telah uzur menundukan wajah seraya melantunkan doa. Itulah penghormatan terakhirnya untuk sang pelindung setia. Mereka berdamai di senjakala kehidupan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












