- 25 Jul 2017
- 3 menit membaca
Diperbarui: 19 Mei
DI TENGAH konflik TNI dengan pasukan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pimpinan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan terdapat satu kisah penyelamatan seorang pastor asal Belgia. Adalah Harry Versteden, pemuka Katolik di Minangga, Tana Toraja yang pernah menjadi korban penculikan oleh DI/TII.
“Pastor Harry Versteden dari CICM (Congregation of the Immaculate Heart of Mary) pernah disekap di pedalaman selama sembilan tahun,” tulis Huub J.W.M. Boelaars dalam Indonesianisasi: Dari Gereja Katolik di Indonesia Menjadi Gereja Katolik Indonesia.
Versteden diberitakan mulai menghilang sejak 12 Februari 1953. Menurut para saksi, ia telah dibawa oleh sekelompok orang bersenjata dari tempat peribadatan di Minangga, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dengan alasan untuk menyambuhkan orang sakit lewat pelayanan sakramen. Kedatangan sekelompok orang itu juga disebutkan dalam kesaksian kolega Verstedan, M. Pijnenburg dalam tulisan Uit het Oirschotse Roomse leven oleh Clari van Esch-van Hout.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















