top of page

Mengenal Lima Pahlawan Nasional Asal Papua

Kiprah putra-putra Papua yang berjuang untuk berintegrasi dengan Indonesia. Semuanya pernah merasakan pengapnya penjara Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

5 Pahlawan Nasional asal Papua: Frans Kaisiepo, Marthen Indey, Silas Papare, Johannes Abraham Dimara, dan Machmud Singgirei Rumagesan. Sumber: Wiki dan Kemensos.

3 Des 2020
5 menit membaca

Diperbarui: 8 Jul

PADA tahun ini, Papua menyumbangkan satu nama lagi dalam album pahlawan nasional. Gelar itu dinobatkan atas nama Machmud Singgirei Rumagesan asal Papua Barat. Dia dikenal sebagai raja lokal di Distrik Kokas, Fakfak yang menentang Belanda sejak zaman kolonial. 


Sebelum Machmud Singgirei Rumagesan, telah tercatat empat pahlawan nasional asal Papua. Mereka antara lain Frans Kaisiepo, Marthen Indey, dan Silas Papare. Ketiganya ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 1993. Kemudian, Johannes Abraham Dimara menjadi pahlawan pada 2010. Satu dekade berselang, Rumagesan masuk dalam daftar anyar yang tercatat sebagai pahlawan nasional kelima asal Papua.  


Siapa dan bagaimana kiprah mereka? Berikut ulasannya.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
transparant.png
bottom of page