top of page

Marie Antoinette dan Skandal Kalung Berlian yang Menyulut Revolusi Prancis (Bagian I)

Seorang wanita yang mengaku bangsawan mencatut nama Ratu Marie Antoinette dalam sebuah transaksi berlian. Skandal Kalung Berlian ini disebut menjadi penyulut revolusi Prancis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan Marie Antoinette karya Jean-Baptiste André Gautier-Dagoty yang diproduksi pada tahun 1775. (Wikipedia).

27 Jun 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 25 Mar

GAYA hidup mewah Ratu Marie Antoinette sudah lama membuat geram masyarakat Prancis. Kemarahan terhadap monarki yang dipimpin oleh Raja Louis XVI semakin memuncak ketikaskandal penipuan menyeret nama ratu yang dijuluki Madame Deficit itu. Pemeran utama dalam skandal yang terjadi pada 1785 ini sesungguhnya bukan Marie Antoinette, tetapi nama sang ratu dicatut seorang wanita bernama Jeanne yang juga dikenal dengan Countess de La Motte-Valois untuk menipu Kardinal Louis de Rohan.


Siapa sesungguhnya Countess de La Motte-Valois dan apa hubungannya dengan Marie Antoinette?


Jeanne de Valois-Saint-Rémy merupakan anak dari keturunan tidak sah Raja Henri II (1547–1559). Meski mengaku bangsawan, keluarga Jeanne hidup dalam kemiskinan. Ia menikah dengan seorang perwira bernama Nicolas de la Motte pada 1780 dan menamakan diri mereka sebagai Count dan Countess de La Motte. Gaya hidup Jeanne tidak sejalan dengan kondisi keuangannya yang pas-pasan. Gelar bangsawan yang disandangnya menuntut wanita itu untuk selalu tampil modis dan menunjukkan kekayaannya demi menjaga status sosialnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page