- 4 Jul 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 3 Mei
BEGITU mendengar Kongres Wanita Indonesia akan mengadakan pertemuan pada akhir Agustus 1949, Hadidjah Lena Mokoginta Soekanto, istri Kepala Kepolisian Negara Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, langsung bersemangat untuk ikut bergabung.
Selain karena keinginannya bergabung dengan perjuangan perempuan, Lena menyadari selama masa perjuangan kemerdekaan, bantuan dari para istri polisi masih terpencar dan belum terlihat secara nyata.
Maka, Lena merencanakan pendirian organisasi agar para istri polisi bisa ikut turun dalam perjuangan kemerdekaan dengan pembentukan dapur umum dan membantu palang merah. Lena lantas mencarikan nama yang pas untuk organisasi barunya itu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















