Diperbarui: 2 hari yang lalu
DI teras rumahnya di kawasan Ampel, Kota Surabaya, Muhammad Chotib menyambut hangat kedatangan Historia.ID Mengenakan kaos polo dan sarung, pria paruh baya itu lalu mempersilakan masuk.
Tembok ruang tamunya yang bercat biru diramaikan bingkai-bingkai foto. Sebuah lukisan menyelip di antara kumpulan foto itu. Dari sekian banyak foto di dinding itu, foto dua orang paruh baya paling menyolok. Salah satu pria dalam foto tersebut merupakan figur yang amat populer, yakni Jenderal (Purn.) Abdul Haris Nasution atau yang biasa disapa Pak Nas.
“Itu saya lupa tahunnya. Ada satu kesempatan ayah saya ke Jakarta, sewaktu ingin mengurus tunjangan veterannya. Ketemu Pak Nas di rumahnya,” kata Chotib menjelaskan foto tersebut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















