top of page

Ketika Hoegeng dan Teuku Markam Bersitegang

Kapolri paling jujur itu pernah berseteru dengan pengusaha tajir yang meminta dibuatkan paspor diplomatik. Tak ragu bersikap keras kendati di hadapan Presiden Sukarno.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kapolri Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso.

28 Jun 2021
3 menit membaca

ADA anekdot lucu dari Gus Dur tentang polisi. Katanya, hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia. Pertama, polisi tidur. Kedua, patung polisi. Dan ketiga, Jenderal Hoegeng. Dari ketiganya, hanya Hoegeng yang berwujud manusia. Hoegeng pernah menjabat sebagai kepala Kepolisian Republik Indonesia periode 1968 sampai 1971.


Kejujuran Hoegeng kiranya bukan isapan jempol semata. Pada reputasinya melekat citra polisi anti suap. Selama mengabdi di kepolisian, Hoegeng berkali-kali menghadapi orang-orang punya kuasa yang coba menyogoknya.


Pada pertengahan 1950-an, Hoegeng ditempatkan di Medan sebagai kepala reserse kriminal. Belum sempat menempati rumah dinas, Hoegeng ditawari mobil dan rumah oleh seorang pengusaha Tionghoa sebagai gratifikasi. Hoegeng tahu dia sedang berurusan dengan pengusaha yang bergerak dalam bisnis gelap penyelundupan. Tawaran itu dia tolak mentah-mentah. Hoegeng bahkan memulangkan kembali barang-barang perabotan mewah yang sempat dikirimkan si pengusaha tersebut.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
transparant.png
bottom of page