- 6 Des 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 18 Feb
KETIKA memutuskan untuk mempelajari Indonesia pada 1948, tak pernah ada yang menyangka Goerge McTurnan Kahin akan memiliki hubungan yang lebih jauh dengan republik baru di kawasan tenggara Asia itu. Berbekal dana riset sebesar US$3.000 dari Social Science Researh Council New York, mahasiswa ilmu politik tingkat doktoral di The Johns Hopkins University, Amerika Serikat (AS) itu nekat pergi ke bekas jajahan Belanda tersebut.
“Kahin naik kapal Belanda Veendam dan De Oranje dari Pantai Timur Amerika Serikat ke Jakarta,” ungkap Frances Gouda dan Thijs Brocades Zaalberg dalam Indonesia Merdeka karena Amerika?
Di kapal Veendam, Kahin berjumpa sekaligus berkenalan dengan Kees van Mook, putra dari Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda H.J. van Mook. Kedua anak muda itu kemudian cepat akrab. Selain surat rekomendasi, Kahin juga mendapatkan pengetahuan bahasa Indonesia tingkat awal dari Kees yang terbukti bermanfaat banyak saat dia mulai menginjakan kaki di Pulau Jawa.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.











