top of page

Ketika Bung Sjahrir Pergi

Hari-hari terakhir Sutan Sjahrir menjelang kematiannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Peti jenazah Sutan Sjahrir saat singgah di Bandara Schiphol, Belanda. (Arsip Nasional Belanda).

11 Apr 2020
4 menit membaca

MINGGU pagi, 10 April 1966. Dalam suasana Paskah, Jakarta yang baru saja tenang dari demonstrasi-demontrasi mahasiswa tetiba terhenyak. Antara menyiarkan sebuah berita duka: Sutan Sjahrir meninggal di Zurich (Swis). Kantor Berita milik pemerintah Republik Indonesia (RI) itu mengutip keterangan dari seorang jurnalis Reuters (Kantor Berita Kerajaan Inggris).


Reuters sendiri mendapat berita itu dari seorang petugas rumah sakit tempat Sjahrir dirawat,” ungkap wartawan senior, Rosihan Anwar dalam Perdjalanan Terachir Pahlawan Nasional Sutan Sjahrir.


Tokoh pejuang sekaligus Perdana Menteri Republik Indonesia pertama itu pergi meninggalkan seorang istri, Siti Wahjuni Poppy Saleh (yang dinikahinya pada 1951) dan putra-putri yang masih kecil: Krya Arsjah alias Buyung (9) dan Siti Rabyah Parvati alias Upik (5).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
transparant.png
bottom of page