top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Ketika Adnan Buyung Nasution Bertemu Tan Malaka

Adnan Buyung Nasution bukan pengacara biasa. Saksi sekaligus pelaku sejarah di Republik ini.

24 Sep 2015

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Adnan Buyung Nasution. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

  • 24 Sep 2015
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 21 Feb

SUATU hari di tahun 1946, seorang lelaki berpakaian pangsi warna hitam datang ke rumah Rahmad Nasution di Yogyakarta. Rahmad memperkenalkan lelaki itu kepada anaknya, Adnan Bahrum Nasution alias Buyung, 12 tahun, sebagai “Oom” yang tak bernama, yang baru belakangan diketahuinya kalau si Oom itu bernama Tan Malaka.


Tan Malaka, kata Buyung, sering kali datang ke rumahnya, membahas persoalan politik yang tengah berkecamuk di republik saat itu. Buyung kecil ingat betul apa yang dibicarakan Tan kepada ayahnya: kritik kepada pemerintahan Sjahrir yang waktu itu dianggap terlalu lemah menghadapi Belanda.


“Kalau ada maling masuk rumahmu, usir dia keluar, kalau perlu pukul! Jangan ajak dia berunding,” kata lelaki yang akrab dipanggil Bang Buyung itu menirukan Tan Malaka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Try Sutrisno, Wapres Paling Beken di Era Orde Baru

Try Sutrisno, Wapres Paling Beken di Era Orde Baru

Try Sutrisno mencapai puncak popularitasnya ketika dicalonkan sebagai wakil presiden. Dikenal sebagai sosok yang hangat dan merakyat.
Jalan Cornelis Speelman Menjadi Gubernur Jenderal

Jalan Cornelis Speelman Menjadi Gubernur Jenderal

Cornelis Janszoon Speelman dipandang sebagai pahlawan VOC setelah memenangkan Perang Makassar. Jalan Speelman menjadi Gubernur Jenderal semakin terbuka lebar.
Sebelum Ali Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi

Sebelum Ali Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi

Enam kali Ali Khamenei dipenjara rezim Pahlavi dan disiksa SAVAK. Jadi korban percobaan pembunuhan tak lama pasca-Revolusi Islam 1979.
Cat Stevens Masuk Islam

Cat Stevens Masuk Islam

Dia terus bermusik setelah masuk Islam. Kemanusiaan sangat penting baginya.
Serangan Umum 1 Maret

Serangan Umum 1 Maret

Pada 1 Maret 1949, TNI menyerang Belanda. Meski TNI hanya enam jam menguasai Yogyakarta, TNI berhasil mematahkan propaganda Belanda.
bottom of page