top of page

Riwayat Kelam Kampanye Hitam

Tebar fitnah dan gosip miring bukan hal baru dalam sejarah pemilu di Indonesia. Pelakunya dari partai besar sampai pemerintah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Spanduk capres-cawapres Pilpres 2014. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

  • 26 Mar 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 19 Des 2025

MOBIL berhenti di dekat Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayat di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjelang sore (16/6/2014). Seorang lelaki turun dari mobil dan menuju ke kumpulan santri di halaman ponpes. Dia menitipkan sebuah paket untuk K.H. Imam Haramain, pengasuh ponpes. Lelaki itu pergi tanpa memberi tahu identitasnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page