top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Josef Mengele Dokter Keji Nazi

Bukan dengan senjata, dokter muda Nazi ini menyandang julukan “Malaikat Kematian” dengan beragam eksperimen mengerikan.

28 Agu 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Josef Mengele, dokter sadis Nazi Jerman dengan eksperimen-eksperimen horor. (Twitter @AuschwitzMuseum/Repro Josef Mengele).

  • 28 Agu 2020
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 7 Feb

PADA 11 Januari 2017, dokter Daniel Romero Muñoz, ketua Jurusan Medis Legal Universitas Kedokteran São Paulo, akhirnya mendapatkan hasil dari perjuangannya. Izin menggunakan tulang-belulang Josef Mengele, dokter muda Jerman-Nazi, untuk objek penelitian didapatnya setelah berkali-kali mengajukan.


Selama tiga dekade, tulang-belulang Mengele hanya teronggok di dalam kantong jenazah di Institut Legal Medis São Paulo. Tulang-belulang sisa jasad dokter keji itu tak pernah berhasil dibawa pulang keluarganya ke Jerman pasca tewasnya Mengele pada 7 Februari 1979.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja bersekutu melawan Belanda. Keduanya telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page