top of page

Jenderal Yani Menolak Nasakomisasi

Kisah seorang jenderal anti komunis yang ada dalam situasi sulit secara politik. Berhadapan dengan musuh yang berkudung kulit harimau.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Letnan Jenderal TNI Ahmad Yani dan Mayor Jenderal TNI Ibrahim Adjie. (Koleksi Hendi Jo/Historia.ID).

13 Okt 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 19 Jun

JAKARTA, awal 1965. Slogan “Nasakom Jaya” yang berada di bilangan Jalan M.H. Thamrin tetiba menjadi “cacat”. Entah siapa yang melakukannya, Nasakom yang merupakan kepanjangan dari Nasionalis Agama Komunis, imbuhan “kom”-nya  ada yang mencoret. Maka tinggalah kata “Nasa”.


Peristiwa itu sampai ke telinga Presiden Sukarno. Tjtju Tresnawati (74) masih ingat bagaimana Si Bung Besar menjadi berang. Dalam suatu pidatonya yang disiarkan langsung oleh Radio Republik Indonesia (RRI), Tjutju yang saat itu tinggal di wilayah Mayestik, Jakarta Selatan masih sempat merekam dalam benaknya kemarahan tersebut.


“Siapa itu yang berbuat nakal mencoret kata 'kom'? Bawa ke hadapan saya, biar saya jewer!,” ujar Bung Karno seperti didengar oleh Tjutju dalam siaran RRI itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
transparant.png
bottom of page