top of page

Jalannya Pemberontakan Petani Banten 1888

Inilah jalannya pemberontakan petani Banten 1888 atau Geger Cilegon dari permulaan sampai penghabisan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para pemberontak di depan penjara Cilegon. (KITLV).

  • 15 Jun 2025
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 9 Jul

SENIN, 9 Juli 1888, pukul 02.00 dini hari. Sekitar 100 orang pemberontak bergerak dari tempat Haji Ishak di Saneja, menyerang rumah Henri Francois Dumas, juru tulis kantor asisten residen. Dumas melarikan diri dan bersembunyi di rumah jaksa. Istri Dumas terluka dengan dua anak berlindung di rumah ajun kolektor. Minah, pembantu Dumas berusaha melindungi anak bungsu majikannya.


Pembagian Pasukan

Para pemberontak yang berjumlah ratusan berkumpul di markas di Pasar Jombang Wetan. Haji Wasid, pemimpin utama pemberotak, membagi para pemberontak menjadi tiga pasukan.


Pasukan pertama dipimpin Lurah Jasim, seorang jaro Kajuruan. Pasukan kedua dipimpin Haji Abdulgani dan Haji Usman. Pasukan ketiga dipimpin Haji Tubagus Ismail dan Haji Usman.


Sasaran serangan: Penjara untuk membebaskan tahanan, kepatihan, dan rumah asisten residen di alun-alun Cilegon.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page