top of page

Jalan Try Sutrisno ke Kursi RI 2

Try Sutrisno jadi wapres pertama dari generasi pasca-angkatan 1945 yang mendampingi Soeharto.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno saat dilantik sebagai Wapres RI ke-6 (Repro: 5 Tahun Masa Bakti Bapak Try Sutrisno/Dharmasena No. 3 tahun 1993)

12 Jun 2023
7 menit membaca

Diperbarui: 2 Mar

MAKIN mendekati “tahun politik” Pemilu 2024, makin bertebaran pula nama-nama yang bakal dicalonkan terutama untuk bertarung di pemilihan presiden (pilpres) pada 14 Februari 2024. Tiga nama bakal calon presiden (capres) sudah muncul, menyisakan jatah kursi wakil presiden (wapres).


Hingga detik ini, para bakal capres yang sudah mendeklarasikan keikutsertaan di pilpres adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan, dan Menhan Letjen (Purn.) Prabowo Subianto. Kendati begitu, Ganjar, Anies, maupun Prabowo semua belum menentukan siapa calon yang bakal mendampingi mereka.


Saat ini sudah banyak nama yang mencuat di bursa bakal cawapres. Di antaranya Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menko Polhukam merangkap Plt. Menkominfo Mahfud MD, Menparekraf Sandiaga Uno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, dan Menteri BUMN cum Ketum PSSI Erick Thohir.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page