top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Jalan Terjal Negara Federal

Belanda mensponsori pembentukan negara-negara federal. Mengapa tak bertahan lama dan Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan?

Oleh :
Historia
27 Jun 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hubertus Johannes van Mook (kiri) berbincang dengan Mohammad Hatta, 12 Maret 1948. (ANRI).

  • 27 Jun 2023
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 22 Feb

TAK rela negeri bekas jajahannya lepas, yang tentu bakal merugikan kepentingan Belanda, pemerintah Belanda mengirimkan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hubertus Johannes van Mook ke Indonesia. Dia dianggap orang yang tepat. Lahir di Indonesia (Semarang), intelektual, dekat dengan sejumlah cendekiawan Indonesia yang relatif progresif.


Namun, situasi sudah berubah. Van Mook pun menyiasatinya dengan menawarkan konsep negara federal. Sejak lama, dia mengidamkan Hindia Belanda lepas dan tak diperintah dari Belanda tetapi dari Batavia. Dia juga ingin gubernur jenderal memiliki kekuasaan yang kuat.


Kali ini, Van Mook punya pertimbangan lain. Akibat perang, Jawa menjadi miskin sedangkan luar Jawa punya peluang memulihkan ekonomi. Politik kesatuan akan membebani luar Jawa yang harus menanggung pemulihan Jawa, tetapi di sisi lain luar Jawa akan tertulari (nasionalisme) Jawa.



Kabinet Republik Indonesia Serikat. (Repro 30 Tahun Indonesia Merdeka 1945-1949).
Kabinet Republik Indonesia Serikat. (Repro 30 Tahun Indonesia Merdeka 1945-1949).

Van Mook memulainya dengan Konferensi Malino, yang membuka jalan bagi munculnya sejumlah negara bagian. Langkah politiknya melalui perundingan dengan Republik Indonesia juga berujung pada pembentukan Republik Indonesia Serikat. Namun, dia harus menelan pil pahit karena berseberangan jalan dengan pemerintahnya dan kelompok federalis yang dia bentuk.


Gagasan Van Mook bukan hanya gagal tetapi juga mematikan alternatif dari bentuk negara kesatuan. Setiap kali wacana federalisme muncul, ia langsung tenggelam dengan alasan ia alat devide et impera (politik pecah belah atau adu domba) Belanda. Selain itu, sejarah federalisme di Indonesia selalu dikait-kaitkan dengan kekuasaan kaum feodal.


Bagaimana pengalaman masa-masa negara federal dijalankan? Berikut ini laporan khusus jalan terjal negara federal.




Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Try Sutrisno, Wapres Paling Beken di Era Orde Baru

Try Sutrisno, Wapres Paling Beken di Era Orde Baru

Try Sutrisno mencapai puncak popularitasnya ketika dicalonkan sebagai wakil presiden. Dikenal sebagai sosok yang hangat dan merakyat.
Jalan Cornelis Speelman Menjadi Gubernur Jenderal

Jalan Cornelis Speelman Menjadi Gubernur Jenderal

Cornelis Janszoon Speelman dipandang sebagai pahlawan VOC setelah memenangkan Perang Makassar. Jalan Speelman menjadi Gubernur Jenderal semakin terbuka lebar.
Sebelum Ali Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi

Sebelum Ali Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi

Enam kali Ali Khamenei dipenjara rezim Pahlavi dan disiksa SAVAK. Jadi korban percobaan pembunuhan tak lama pasca-Revolusi Islam 1979.
Cat Stevens Masuk Islam

Cat Stevens Masuk Islam

Dia terus bermusik setelah masuk Islam. Kemanusiaan sangat penting baginya.
Serangan Umum 1 Maret

Serangan Umum 1 Maret

Pada 1 Maret 1949, TNI menyerang Belanda. Meski TNI hanya enam jam menguasai Yogyakarta, TNI berhasil mematahkan propaganda Belanda.
bottom of page