top of page

Jalan Panjang Menuju Museum HAM

Kejahatan kemanusian dikenang sebagai pelajaran sejarah dalam sebuah museum temporer. Titik awal untuk membangun museum HAM yang permanen.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Museum temporer Rekoleksi Memori di pelataran kompleks TIM, Jakarta Pusat. (Dok. Rekoleksi Memori).

10 Des 2017
5 menit membaca

NURKHOIRON, komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) terlihat bersemangat malam itu, saat menjelaskan gagasan menyulap sebagian ruang kerja di kantornya untuk jadi museum HAM. “Komnas HAM punya ruangan yang bisa digunakan sebagai museum. Itu lebih mudah daripada membangun dari awal karena bangunannya sudah ada,” kata dia dalam diskusi mengenai Museum HAM, 8 Desember 2016.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page