top of page

Israel Akui Kedaulatan Indonesia

Israel pernah memberi pengakuan atas kemerdekaan Indonesia. Dianggap angin lalu oleh Sukarno-Hatta.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Chaim Weizmann dan Perdana Menteri David Ben Gurion di Swiss, 1945. (Koleksi Foto Nasional Israel).

19 Agu 2013
2 menit membaca

Diperbarui: 1 Feb

NEGARA-negara Islam Arab yang mula-mula memberi pengakuan kedaulatan kepada Republik Indonesia, setelah adanya anjuran dari Dewan Liga Arab pada 18 November 1946. Namun, ternyata Israel, negara yang kerap memicu konflik di Timur Tengah, turut mengakui kedaulatan Indonesia. Harapannya Indonesia memberi pengakuan serupa kepada Israel.


Tak lama setelah pemerintah Belanda menandatangani penyerahan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat pada 27 Desember 1949, Presiden Israel Chaim Weizmann dan Perdana Menteri Israel David Ben Gurion mengirim telegram kepada Presiden Sukarno dan Menteri Luar Negeri Indonesia Mohammad Hatta. Mereka menyampaikan ucapan selamat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page