top of page

Inggris Menjarah Keraton Yogyakarta

Nilai jarahan dari Keraton Yogyakarta mencapai ratusan juta dolar AS. Inggris baru mengembalikan 75 manuskrip dalam versi digital.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Reruntuhan Bastion Benteng Keraton Yogyakarta yang hancur diserang pasukan Inggris-Sepoy tahun 1812 pada masa Sultan Hamengkubuwono II. (kratonjogja.id).

28 Jul 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 20 Jun

KETURUNAN Sultan Hamengkubuwono II menuntut pemerintah Inggris mengembalikan harta Keraton Yogyakarta yang dijarah saat penyerangan Inggris pada 1812 yang disebut Geger Sepoy atau Geger Sepehi. Menurut mereka, totalnya mencapai 57.000 ton emas.


Tuntutan itu disampaikan Sekretaris Pengusul Pahlawan Nasional Sultan Hamengkubuwono II, Fajar Bagoes Poetranto. “Kami meminta agar emas tersebut dikembalikan kepada pihak keraton atau para keturunan dari Sinuwun Sri Sultan Hamengkubuwono II,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7), dikutip Kumparan.com.


Jumlah 57.000 ton emas dipertanyakan oleh Poltak Hotradero, kepala divisi riset di Bursa Efek Indonesia. Poltak mencuit lewat akun twitter-nya: “Emas yang pernah ditambang sepanjang sejarah manusia cuma 190 ribu ton. Gimana bisa seperempatnya ada di Jawa?”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page