top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Indonesia dalam Mimpi Tan Malaka

Tan Malaka menulis tentang sistem pemerintahan, bentuk negara hingga tahapan-tahapan revolusi. Menggambarkan tentang Indonesia yang diimpikannya.

15 Okt 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Tan Malaka. (Betaria Sarulina/Historia.id).

  • 16 Okt 2020
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 21 Feb

SELAIN dikenal sebagai tokoh perjuangan kemerdekaan di Indonesia, Tan Malaka juga malang melintang di dunia politik internasional. Ketika dibuang ke Belanda pada 1922, ia pernah dicalonkan sebagai wakil Partai Komunis Belanda dalam pemilihan umum. Ia kemudian pergi ke Moskow dan diangkat sebagai utusan Komunis Internasional (Komintern) untuk Asia Tenggara.


Sebagai buronan politik Belanda, Inggris, hingga Amerika, Tan melakukan gerakan-gerakan bawah tanah di berbagai negara. Dua puluh tahun dalam persembunyian, tugasnya adalah mendirikan partai-partai komunis di Asia Tenggara.


Tan baru kembali ke Indonesia pada 1942 ketika Jepang mulai menduduki Hindia Belanda. Selama Jepang berkuasa, ia masih bergerak di bawah tanah dan baru muncul di keramaian pasca-Proklamasi 1945.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Coolen Mengkristenkan Jawa

Coolen Mengkristenkan Jawa

Coolen menyebarkan Kristen menggunakan wayang. Dia melakukan akulturasi ajaran Kristen dengan budaya Jawa sehingga berbeda dengan Kristen Belanda.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
bottom of page