top of page

Hurustiati Soebandrio, Dokter yang Aktif dalam Gerakan Perempuan

Kiprah Hurustiati, istri Menteri Luar Negeri Soebandrio, dokter yang peduli pada kemajuan kaum putri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Hurustiati Soebandrio kala menemani Menlu Soebandrio berkunjung ke Belanda. (Sumber: Algemeen Dagblad, 1964).

  • 26 Mei 2020
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 2 hari yang lalu

DALAM perjamuan malam yang diadakan Presiden Sukarno dan dihadiri oleh Perdana Menteri Djuanda, sejumlah menteri luar negeri negara sahabat, Hurustiati Soebandrio ikut hadir menemani suaminya, Menteri Luar Negeri Soebandrio. Ia bahkan menghampiri Menteri Luar Negeri Uni Soviet Andrey Gromyko yang duduk di pojok ruangan dan terlihat ogah ikut berdansa, dan membujuknya ikut menari selepas perjamuan. Ajakan Hurustiati pun tak bisa ditolak Gromyko.


“Tak mungkin seorang gentleman menolak undangan seoang lady, ya toh?” tulis Rosihan Anwar dalam Sejarah Kecil “Petite Histoire” Indonesia. Menteri Uni Soviet yang terkenal berwajah muram itu pun menari mengikuti alunan musik. Ia memegang tangan Husrustiati yang berdansa berputar-putar sekeliling partner-nya.


Itu bukan kali pertama Hurustiati menemani suaminya. Pada 1947, Hurustiati mengikuti suaminya ke London sebagai perwakilan Pemerintah Republik Indonesia. Sembari mengikuti suaminya, ia kuliah di London School of Economics and Political Science dan meraih gelar doktor dengan disertasi berjudul “Javanese Peasant Life”.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah terpikat sosialisme pada pandangan pertama. Sutan Sjahrir jadi comblangnya.
bg-gray.jpg
Buyut Ahmad Subardjo berasal dari keluarga terpandang di Aceh yang terlibat persaingan kekuasaan. Dia memilih merantau ke Jawa dan menjadi pemuka agama Islam. Anaknya mengikuti jejaknya.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berada di dalam pusaran kontroversi penyusunan RUU Perkawinan. Berbuah manis walau penuh kompromi.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo lahir di Karawang dari keturunan bangsawan Aceh dan Jawa. Anak kesayangan mantri polisi ini pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Belanda.
Lorong Zaman Pamer
Lorong Zaman Pamer
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Ungkapan syukur atas panen raya (Katto Bakko) yang dilakukan secara gotong royong.
Ungkapan syukur atas panen raya (Katto Bakko) yang dilakukan secara gotong royong.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Obligator tahun 1946 bermunculan. Meminta pengembalian dana dari negara.
Obligator tahun 1946 bermunculan. Meminta pengembalian dana dari negara.
Momen rekor 66 gol dalam sehari dari 10 pertandingan pada “Boxing Day” enam dekade lalu. Termasuk kekalahan pahit Manchester United 6-1.
Momen rekor 66 gol dalam sehari dari 10 pertandingan pada “Boxing Day” enam dekade lalu. Termasuk kekalahan pahit Manchester United 6-1.
transparant.png
bottom of page