top of page

Hurustiati Soebandrio, Dokter yang Aktif dalam Gerakan Perempuan

Kiprah Hurustiati, istri Menteri Luar Negeri Soebandrio, dokter yang peduli pada kemajuan kaum putri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Hurustiati Soebandrio kala menemani Menlu Soebandrio berkunjung ke Belanda. (Sumber: Algemeen Dagblad, 1964).

26 Mei 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 4 Agu

DALAM perjamuan malam yang diadakan Presiden Sukarno dan dihadiri oleh Perdana Menteri Djuanda, sejumlah menteri luar negeri negara sahabat, Hurustiati Soebandrio ikut hadir menemani suaminya, Menteri Luar Negeri Soebandrio. Ia bahkan menghampiri Menteri Luar Negeri Uni Soviet Andrey Gromyko yang duduk di pojok ruangan dan terlihat ogah ikut berdansa, dan membujuknya ikut menari selepas perjamuan. Ajakan Hurustiati pun tak bisa ditolak Gromyko.


“Tak mungkin seorang gentleman menolak undangan seoang lady, ya toh?” tulis Rosihan Anwar dalam Sejarah Kecil “Petite Histoire” Indonesia. Menteri Uni Soviet yang terkenal berwajah muram itu pun menari mengikuti alunan musik. Ia memegang tangan Husrustiati yang berdansa berputar-putar sekeliling partner-nya.


Itu bukan kali pertama Hurustiati menemani suaminya. Pada 1947, Hurustiati mengikuti suaminya ke London sebagai perwakilan Pemerintah Republik Indonesia. Sembari mengikuti suaminya, ia kuliah di London School of Economics and Political Science dan meraih gelar doktor dengan disertasi berjudul “Javanese Peasant Life”.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
transparant.png
bottom of page