- 30 Jan 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 21 Feb
KOTA Semarang diambang perang saat Mr. Wongsonegoro menerima mandat sebagai gubernur Jawa Tengah. Wongsonegoro menggantikan Raden Pandji Soeroso yang ditarik pemerintah pusat ke Yogyakarta pada 13 Oktober 1945. Dalam sekejap, aksi kekerasan antara pasukan Jepang dengan barisan pemuda pejuang Semarang memuncak jadi pertempuran berdarah nan brutal. Pertempuran ini kemudian dikenal dengan nama Pertempuran Lima Hari di Semarang (15-19 Oktober 1945).
“Pada hari pertama pertempuran, Jepang telah menangkap Mr. Wongsonegoro di tempat kediamannya. Bersamanya ditangkap dan ditawan pula beberapa orang pemimpin Semarang lainnya, satu di antaranya Kepala Purusara (Pusat Rumah Sakit Rakyat kini RS dr. Kariadi) dr. Sukaryo,” catat sejarawan Moehkardi dalam Bunga Rampai Sejarah Nasional: Dari Borobudur hingga Revolusi Nasional.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












