top of page

Francisca Fanggidaej, Perempuan Pejuang yang Terbuang

Perempuan pejuang yang tak banyak disebut buku sejarah. Stigma komunis dan kedekatannya dengan Sukarno membuatnya tak bisa pulang ke tanah air pasca 1965.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Francisca C. Fanggidaej. (iisg.amsterdam).

13 Jul 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Feb

FRANCISCA C. Fanggidaej, nenek dari aktor kenamaan Reza Rahadian ini jarang disebut dalam narasi sejarah resmi. Ia telah menentang kolonialisme sejak muda dan turut berjuang pasca kemerdekaan. Jejaknya hilang pasca 1965 karena dekat dengan Sukarno dan stigma komunis yang melekat padanya.


Perempuan asal Timor ini lahir dari pasangan Magda Mael dan Gottlieb Fanggidaej. Ayahnya bekerja sebagai kepala pengawas Burgerlijke Openbare Warken (BOW), sekarang Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Hal inilah yang membuat status keluarganya dianggap sama secara hukum dengan orang Belanda.


Namun, status yang didapat keluargannya itu tidak membuat Francisca hidup dalam buaian keistimewaan. Sejak kecil, ia justru sering kali mempertanyakan ketimpangan antara keluarganya dan orang-orang sebangsanya. Muncul kesadaraan akan ketidakadilan yang dialami orang-orang yang warna kulitnya sama dengan dirinya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was accused of being pro-American for allowing a Hollywood movie to be screened.
bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
Adolf Hitler kagum pada permainan kabaddi. Mengapresiasi dengan sertifikat dan medali.
Adolf Hitler kagum pada permainan kabaddi. Mengapresiasi dengan sertifikat dan medali.
Setiap orang pernah mengalaminya: kekosongan yang meruntuhkan diri walau airmata berkabung telah kering terusap.
Setiap orang pernah mengalaminya: kekosongan yang meruntuhkan diri walau airmata berkabung telah kering terusap.
Tak ingin jadi kacang lupa kulitnya, Muthia Datau kembali ke dunia sepakbola yang membesarkan namanya.
Tak ingin jadi kacang lupa kulitnya, Muthia Datau kembali ke dunia sepakbola yang membesarkan namanya.
Kelompok bersenjata yang menentang Kesultanan. Mereka suka menculik aparat.
Kelompok bersenjata yang menentang Kesultanan. Mereka suka menculik aparat.
Sempat terputus, Donald Trump kembali menyambung tradisi bukber di Gedung Putih yang bermula dua abad silam.
Sempat terputus, Donald Trump kembali menyambung tradisi bukber di Gedung Putih yang bermula dua abad silam.
Rosihan Anwar dan Alfred van Sprang beradu pena mewakili kepentingan negaranya masing-masing.
Rosihan Anwar dan Alfred van Sprang beradu pena mewakili kepentingan negaranya masing-masing.
transparant.png
bottom of page