top of page

Digoelis Masuk Parlemen

Dibuang ke Boven Digoel, Papua sewaktu zaman Belanda, Djokosudjono kembali ditahan zaman Orde Baru.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Djokosudjono. (Repro Hasil Rakjat Memilih Tokoh-tokoh Parlemen).

24 Jul 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

NAMA pria kelahiran Blora tahun 1912 ini mirip dengan nama seorang jenderal mayor Kementerian Pertahanan yang dieksekusi negara pada Desember 1948. Djokosudjono, nama pria ini, sejak usia 17 tahun sudah aktif memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan ikut Partai Nasional Indonesia (PNI) dan aktif di serikat buruh. Di serikat buruh, antara 1931-1934 dia menjadi Sekretaris Persatuan Sarekat Sekerdja seluruh Indonesia. Dia pernah pula memimpin kongres buruh pertama di Surabaya.


Sekitar 1935, bersama Musso, Pamudji, dan Achmad Sumadi, Djokosudjono membangun Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam gerakan bawah tanah. PKI kemudian dikenal sebagai PKI Ilegal. Namun perjuangan mereka tetap terendus aparat kolonial yang sejak 1934 menggalakkan penindakan terhadap gerakan nasionalis. Pada 1938, Djokosudjono ditangkap aparat hukum kolonial dan dibuang ke Boven Digoel.


Untuk mencapai Boven Digoel yang terletak di pedalaman Papua, kala itu mesti ke Merauke dulu. Setelah itu dilanjutkan naik kapal sekitar 3 hari dari pelabuhan Merauke. Sebab, jalan darat belum ada.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Mengunjungi Gereja Sacrè-Coeur di Paris. Sebuah monumen peringatan untuk dua peristiwa yang memukul kaum Katolik Prancis.
Mengunjungi Gereja Sacrè-Coeur di Paris. Sebuah monumen peringatan untuk dua peristiwa yang memukul kaum Katolik Prancis.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
Mewarisi ambisi JFK mendaratkan manusia di bulan 50 tahun lalu, Donald Trump terobsesi memasang bendera di Mars.
Penggunaannya untuk komunikasi telah ada sejak ribuan tahun silam. Di masa modern, merpati tetap jadi pilihan.
Penggunaannya untuk komunikasi telah ada sejak ribuan tahun silam. Di masa modern, merpati tetap jadi pilihan.
transparant.png
bottom of page