- 20 Sep 2023
- 5 menit membaca
Diperbarui: 17 Apr
PADA 1918, pendiri Partai Komunis Uni Soviet yang juga penggerak Revolusi Bolshevik 1917, Vladimir Illyich Ulyanov atau dikenal dengan Vladimir Lenin, mengadakan kompetisidesainlambang negara yang dipimpinnya, yang berdiri tak lama setelah dinasti Romanovjatuh.
Sebelum digulingkan, dinasti Romanov memiliki lambang elang berkepala dua, yang merepresentasikan kekuasaan kekaisaran atas wilayah timur dan barat. Namun, Revolusi 1917 menghancurkan simbol-simbol kekuasaan kekaisaran.
Kompetisi digelar sebagai bagian dari perayaan May Day 1918. Seniman Rusia, Yevgeny Ivanovich Kamzolkin, keluar sebagai pemenang. Ia mendesain sebuah lambang yang pada bagian tengahnya terdiri dari palu dan arit disatukan dalam formasi X.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















