- 6 Sep 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 7 hari yang lalu
MAUMERE penuh sesak dengan lautan manusia hari itu, 11 Oktober 1989. Begitulah yang lekat dalam ingatan sineas Yuda Kurniawan mengenang suasana kota kecil yang merupakan ibukota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu saat disinggahi Paus Yohanes Paulus II.
“Seingat saya, Paus naik mobil terbuka semacam jip. Disambut sepanjang jalan dan ramai banget sampe hampir enggak bisa jalan mobil itu. Jadinya macet banget. Warga datang dari segala macam penjuru,” kenang pendiri rumah produksi Rekam Films yang filmnya Nyanyian Akar Rumput (2018) sukses menyabet Piala Citra di Festival Film Indonesia 2018 untuk kategori film dokumenter panjang terbaik itu kepada Historia.
Meski beretnis Jawa, Yuda lahir di Ruteng, Manggarai, Pulau Flores, NTT pada 8 Oktober 1982. Pada medio 1985, ia sekeluarga pindah mengikuti ayahnya yang berdinas di perusahaan kontraktor, Hutama Karya, di Maumere.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















