top of page

Detik-detik Terakhir Sukarno

Terasing dalam sepi, masa senjakala Bung Karno menyisakan beragam cerita. Ada beberapa hal yang belum terkuak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bung Karno terbaring lemah di Wisma Yaso. (Repro Bapakku Ibuku: Dua Manusia yang Kucinta dan Kagumi).

22 Jun 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 21 Jun

SEPI, sunyi, dan terasing. Perasaan itulah yang dialami Sukarno, presiden pertama Republik Indonesia menjelang akhir hayatnya. Prahara politik menjatuhkannya dari gelanggang kekuasaan.   


Setelah dilengserkan, Bung Karno memasuki masa karantina politik alias jadi tahanan rumah. Pada Mei 1967, pihak berwenang memutuskan bahwa Sukarno tidak lagi diperkenankan menetap di Jakarta. Sukarno hanya diizinkan tinggal di salah satu paviliun Istana Bogor. Namun, semuanya tidak lagi sama. Anak-anak Sukarno mengenang periode ini sebagai masa kepahitan dalam keluarga mereka.


“Bapak sangat kesepian. Padahal Bapak seorang pribadi yang suka keramaian, suka dikelilingi kawan dan sahabat untuk berbicara tentang banyak hal. Pengasingan atas diri Bapak merupakan beban mental dalam dirinya,” kata Rachmawati Sukarnaputri, putri ketiga Sukarno, dalam Bapakku Ibuku: Dua Manusia yang Kucinta dan Kukagumi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page