top of page

Buah Kengototan Maria Ullfah dalam Rapat BPUPKI

Usul Maria Ullfah soal hak dasar warga negara yang sama di mata hukum sempat ditolak Sukarno. Berakhir dengan disepakati dan tercatat dalam UUD 1945.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Maria Ullfah (duduk di tengah) dalam rapat kabinet setelah merdeka. Sumber: Maria Ullfah, Pembela Kaumnya.

  • 24 Okt 2019
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 30 Mei

MARIA Ullfah menjadi satu-satunya perempuan yang duduk dalam Panitia Pertama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) ketika membahas Undang-Undang Dasar, 29 Mei 1945 di Gedung Departemen Luar Negeri, Pejambon, Jakarta.


“Karena saya ahli hukum, saya dimasukkan ke sana. Ketua aktif adalah Prof. dr. Supomo. Dialah yang banyak menyusun UUD 1945,” kata Maria Ullfah kepada Dewi Fortuna Anwar dalam rekaman suara proyek sejarah lisan Arsip Nasional Republik Indonesia.


Namun, Maria bukan satu-satunya perempuan dalam rapat BPUPKI dari 28 Mei-1 Juni 1945 itu. Di luar Panitia Pertama, ada Siti Sukaptinah (ketua Fujinkai) di Panitia Ketiga yang membahas tentang pembinaan tanah air.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Lagu-lagu yang mengabadikan media komunikasi populer di eranya.
Lagu-lagu yang mengabadikan media komunikasi populer di eranya.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Tak hanya menjaga kedaulatan, heli TNI AU juga digdaya dalam uji skill di udara.
Tak hanya menjaga kedaulatan, heli TNI AU juga digdaya dalam uji skill di udara.
Film Gundala berbeda dengan versi komiknya. Tak ada kesan Yogyakarta, latar belakangnya sangat Jakarta.
Film Gundala berbeda dengan versi komiknya. Tak ada kesan Yogyakarta, latar belakangnya sangat Jakarta.
transparant.png
bottom of page