top of page

Bentuk-bentuk Gerakan Protes Masa Kolonial

Dipelopori petani, gerakan protes masa kolonial menempuh berbagai cara. Dari duduk diam di alun-alun sampai menelanjangi diri sendiri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mahasiswa dan buruh menggelar demonstrasi menolak revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan pada September 2019. (Fernando Randy/Historia.ID).

26 Okt 2020
3 menit membaca

PROTES menentang pengesahan Undang Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) atau Omnibus Law terus bergulir di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian besar berbentuk demonstrasi. Kadangkala berujung kerusuhan. Beberapa menyerukan pembangkangan sipil. Beberapa orang berniat protes dengan membawa UU itu ke Mahkamah Konstitusi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page