top of page

Bandul Stigma yang Berbahaya

Perpres ekstremisme yang dikeluarkan Presiden Jokowi berpotensi menimbulkan stigmatisasi. Pelajaran pahitnya sudah eksis sejak zaman Romawi sampai Prahara 1965.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi oleh Betaria Sarulina/Historia.ID.

30 Jan 2021
5 menit membaca

Diperbarui: 2 Okt

KELUARNYA Peraturan Presiden Nomor 7 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (Perpres Ekstremisme) menimbulkan kasak-kusuk publik di media sosial. Pasalnya Perpres Ekstremis itu dikhawatirkan bisa mencederai kehidupan berdemokrasi di tanah air.


“Iktikadnya mungkin baik untuk menangani tindak terorisme atau belakangan ini sering terjadi juga tindakan-tindakan intoleransi. Namun ada hal-hal yang mengkhawatirkan dalam praktik berdemokrasi, seperti kebebasan berpendapat atau berorganisasi. Karena di dalam perpres itu orang bisa saling mencurigai lalu saling lapor. Lantas menimbulkan stigmatisasi terhadap mereka yang dianggap punya ideologi berbahaya,” ujar sejarawan Bonnie Triyana dalam diskusi live bertajuk “Politik Stigma dalam Sejarah Indonesia” di Instagram, Facebook, dan Youtube Historia.ID, Jumat (29/1/2021) malam.


Stigma, cap, label, atau stempel berulang-ulang terjadi seiring zaman. Bahkan acapkali masih bertahan sampai sekarang mesti kejadiannya sudah lewat jauh. Seperti stigmatisasi terhadap orang-orang kiri pasca-Peristiwa 1965. Selain para kader maupun simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) dibunuh atau dipenjara tanpa proses hukum, mereka yang dicap kiri mengalami pengucilan akibat stigma itu. Pola itu cenderung bisa berulang dewasa ini.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
Berharap menyamai prestasi enam dekade lalu yang membawa pulang perunggu.
Berharap menyamai prestasi enam dekade lalu yang membawa pulang perunggu.
Bagaimana rumitnya proses perniagaan penyu di Nusantara era VOC berkuasa.
Bagaimana rumitnya proses perniagaan penyu di Nusantara era VOC berkuasa.
Meski digemari hingga menjadi sushi paling populer, California roll dipandang oleh penggemar sushi puritan sebagai tiruan Amerika.
Meski digemari hingga menjadi sushi paling populer, California roll dipandang oleh penggemar sushi puritan sebagai tiruan Amerika.
Majalah Historia mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai majalah sejarah populer pertama.
Majalah Historia mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai majalah sejarah populer pertama.
Kapan dan Bagaimana asal-usul julukan Tim Garuda? Begini kisahnya.
Kapan dan Bagaimana asal-usul julukan Tim Garuda? Begini kisahnya.
Kisah komandan perempuan membebaskan kaumnya dari ISIS dan sistem sosial patriarki di bawah desingan peluru.
Kisah komandan perempuan membebaskan kaumnya dari ISIS dan sistem sosial patriarki di bawah desingan peluru.
transparant.png
bottom of page