top of page

Band Asal Bapak Senang Pengawal Sukarno

Pengawal presiden membentuk band Asal Bapak Senang untuk mengiringi Sukarno menari lenso.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mangil Martowidjojo, komandan Detasemen Kawal Pribadi Resimen Tjakrabirawa, sedang bernyanyi bersama band ABS di Istana Bogor dalam acara ramah tamah Presiden Sukarno dengan undangan. (Repro Kesaksian tentang Bung Karno 1945-1967).

7 Jun 2014
3 menit membaca

Diperbarui: 1 Mar

SEHABIS makan siang bersama Duta Besar Amerika Serikat Howard Jones di Cipanas, Sukarno memanggil Mangil Martowidjojo, komandan Detasemen Kawal Pribadi (DKP), dan bertanya: “Anak-anak ada atau tidak?”


Anggota DKP segera menyanyi sambil memukul-mukul apa saja yang penting bersuara dan berirama. Sukarno dan Hartini, Howard Jones dan istrinya, serta anggota staf kedutaan menari lenso. Tanpa alat-alat musik, tari lenso berlangsung meriah.


Setelah acara selesai, alat-alat dapur yang dipukuli semuanya penyok. “Wah, bagaimana ini nanti, Pak. Sebab alat-alat dapur ini saya pinjam dari tetangga sebelah,” kata pelayan dapur.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page