top of page

Babad Diponegoro Jadi Warisan Ingatan Dunia

Pengakuan UNESCO atas Babad Diponegoro menjadi kebanggan tersendiri di tengah kritisnya apresiasi dari dalam negeri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Babad Diponegoro dalam aksara Jawa. (KITLV).

  • 28 Jun 2013
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 19 Des 2025

PADA 21 Juni 2013, Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya (UNESCO) menetapkan Babad Diponegoro sebagai Warisan Ingatan Dunia (Memory of the World).


Babad Diponegoro merupakan naskah klasik yang dibuat ketika Pangeran Diponegoro diasingkan di Manado, Sulawesi Utara, pada 1832-1833. Babad ini bercerita mengenai kisah hidup Pangeran Diponegoro yang memiliki nama asli Raden Mas Ontowiryo.


Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo menjadi menteri luar negeri pertama tetapi tidak berlangsung lama. Setelah berganti pemerintahan, Subardjo hidup dari penjara ke penjara semasa revolusi.
bg-gray.jpg
Dari mimpi didatangi roh raja Klungklung hingga “janjian” dengan Bung Hatta enggan dimakamkan di TMP Kalibata. The untold story Ahmad Subardjo.
transparant.png
bottom of page