top of page

Albert Speer Arsitek Kebanggaan Nazi

Arsitek Albert Speer kondang sebagai gembong Nazi yang meminta maaf pada publik. Berkelit sedemikian rupa demi menghindar dari isu holocaust.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Berthold Konrad Hermann Albert Speer, arsitek brilian Nazi favorit Adolf Hitler. (Bundesarchiv).

16 Nov 2020
7 menit membaca

Diperbarui: 21 Jan

SUATU pagi di awal November 1966. Albert Speer menyambut hangat dua jurnalis majalah Der Spiegel di kediamannya, sebuah apartemen di Heidelberg. Speer tampil rapi dan necis dengan jas beserta dasi dan rambutnya yang klimis. Hari itu memang dipersiapkannya spesial untuk bicara A-Z terkait profesinya sebagai arsitek, yang difavoritkan Adolf Hitler.


Wawancara berlangsung lugas sejak pertanyaan pertama. Termasuk tentang pernyataan kontroversialnya soal rencana pembunuhan Hitler pada medio Februari 1945, yang pertamakali diutarakannya secara singkat di Pengadilan Nuremberg (30 September 1945-1 Oktober 1946). Dua dekade kemudian, pernyataan itu dijelaskannya kepada Der Spiegel.


Pernyataan itu memancing pertanyaan dari sang jurnalis. Bila dia urung menyebarkan gas beracun ke tempat persembunyian Hitler, kenapa tak membunuhnya dengan cara yang jamak semisal dengan menembaknya, kata si jurnalis.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page