top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Akhirnya Belanda Mengakui Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

PM Belanda Mark Rutte menyatakan pengakuannya terhadap 17 Agustus 1945 di sela perdebatan di Parlemen Belanda. Pengakuan resmi pertama sejak 78 tahun.

13 Jun 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengaku 17 Agustus 1945 di Parlemen Belanda (tweedekamer.nl)

  • 14 Jun 2023
  • 2 menit membaca

PRO dan kontra mengenai hasil penelitian dekolonisasi bergulir di arena perdebatan para anggota Tweede Kamer atau Parlemen Belanda pada Rabu (14/6/2023) waktu setempat. Namun yang menjadi sorotan setelahnya adalah pernyataan Perdana Menteri (PM) Mark Rutte yang turut hadir di sela perdebatan.


Sebelumnya, 15 anggota parlemen yang masing-masing mewakili partainya mempersoalkan setidaknya tiga hal terkait penelitian bertajuk “Onafhankelijkheid, Dekolonisatie, Geweld en Oorlog in Indonesië, 1945-1950” (Kemerdekaan, Dekolonisasi, Kekerasan, dan Perang di Indonesia, 1945-1950) sejak 2017 dan hasilnya dalam publikasi penelitian tiga lembaga Belanda medio Februari 2022 lalu, yang menyebutkan adanya kekerasan ekstrem militer Belanda yang terstruktur.


Pertama, soal aspek hukum. Penelitian itu cenderung menggunakan istilah “kekerasan ekstrem”, bukan “kejahatan perang”. Kedua, adalah soal tanggung jawab dan permintaan maaf pemerintah terhadap para korban dan veteran Belanda itu sendiri. Ketiga, soal kompensasi dan rehabilitasi para veteran perang yang dianggap penjahat perang.



PM Rutte sendiri hadir didampingi Menteri Luar Negeri Wopke Hoekstra dan Menteri Pertahanan Kajsa Ollorongren. Selain memberikan pernyataan permintaan maaf atas terjadinya kekerasan ekstrem, PM Rutte menyampaikan pengakuannya terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945 –pernyataan resmi pertama pemerintah Belanda setelah 78 tahun– ketika menjawab pertanyaan anggota parlemen dari Partai GroenLinks, Corinne Ellemeet terkait pengakuan terhadap kemerdekaan RI.


“Kami sepenuhnya sudah mengakui 17 Agustus zonder voorbehaud (tanpa keraguan/keberatan). Saya masih akan cari jalan keluar bersama presiden (RI) untuk mencari cara terbaik agar bisa diterima kedua pihak,” ujar PM Rutte sebagaimana yang diterjemahkan kolega Arjan Onderdenwinjgaard.


Pernyataan PM Rutte itu jadi permulaan baru untuk membuka lebih terang sejarah hubungan kedua negara. Terkait pengakuan 17 Agustus 1945, sebelumnya Menlu Belanda Ben Bot pada 2005 juga sudah mengakui proklamasi kemerdekaan itu walau secara de facto semata, sementara pemerintah Belanda masih keukeuh menyatakan Indonesia meraih kedaulatannya pada 27 Desember 1949. 


Kendati begitu, bukan berarti PM Rutte mengakui adanya kejahatan perang yang dilakukan militer Belanda selama periode 1945-1949 secara yuridis. Ia masih bersikeras menyebutnya kekerasan ekstrem dengan mendasarkan pernyataannya pada Konvensi Jenewa 1949.


“Masa kekerasan itu terjadi sebelum Konvensi Jenewa. Kesimpulannya kami tidak setuju itu kejahatan perang secara yuridis. Secara moral, ya, tapi tidak secara yuridis,” tukas Rutte.






1 Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
fatih ahmad
fatih ahmad
21 Agu 2025

Tenyata setelah 78 tahun merdeka baru diakui. Kenapa? Apakah tidak ada upaya terstruktur dari pemerintah Indo sampai harus menunggu 78 tahun? Apakah ada dokumen tertulis terkait pengakuan pemerintah Belanda ini?

Suka

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page