top of page

Akhir Tragis Sultan Ternate di Tangan Portugis

Sultan Ternate dibunuh orang Portugis karena menentang monopoli dan kristenisasi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Diorama pembunuhan Sultan Ternate Khairun Jamil di Benteng Kastela, Ternate.

  • 28 Feb 2018
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 10 Feb

HARI ini, 28 Februari 1570, 448 tahun lalu Sultan Ternate Khairun Jamil dibunuh orang Portugis. Pembunuhannya terjadi menyusul perpecahan yang terjadi dalam tubuh kerajaan akibat campur tangan Portugis.


Khairun Jamil, yang lahir pada 1522, naik takhta menggantikan kakak tirinya, Tabariji. Khairun jadi sultan ketika usianya masih 13 tahun. “Karena belum cukup umur, sebagai Mangkubumi (wali), ditunjuk Samarau, mantan Salahakan (gubernur) Kerajaan Ternate di Ambon,” tulis M. Adnan Amal dalam Tahun-Tahun yang Menentukan.


Begitu meraih kembali takhtanya, yang sebelumnya direbut Tabariji lewat persekongkolan dengan Portugis, Khairun langsung membuat dua tindakan penting.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page