top of page

Akhir Riwayat Freemason di Indonesia

Loji-loji Freemason ditutup pada masa pendudukan Jepang. Belum lama bangkit pasca perang, Sukarno melarangnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pengurus baru Freemason Indonesia pada 7 April 1955. (Dok. Th. Stevens).

22 Apr 2020
3 menit membaca

KEHADIRAN Freemason di Indonesia sudah melewati jalan yang panjang sejak loji mason pertama didirikan di Batavia pada 1762. Perkembangannya makin pesat sejak 1870 ketika loji-loji bermunculan di pusat-pusat komunitas Eropa di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Namun, seabad kemudian senjakala Freemason di Indonesia tiba bersamaan dengan pendudukan Jepang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page