top of page

Akhir Hidup Sang Imam Negara Islam Indonesia

Foto-foto eksekusi SM Kartosoewirjo mengakhiri kontroversi di seputar kematiannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sumber: Repro Hari Terakhir Kartosoewirjo, 81 Foto Eksekusi Imam DI/TII; Koleksi Fadli Zon Library.

  • 5 Sep 2012
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 6 Mei 2025

Delapan puluh satu foto terpampang berurutan di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Foto-foto itu memperlihatkan adegan demi adegan saat-saat terakhir hidup imam DI/TII SM Kartosoewirjo. Dalam salah satu foto, Kartosoewirjo enggan menyantap makanan terakhirnya sebelum dia dieksekusi. “Makan terakhirnya nasi rendang,” kata Fadli Zon, penyusun buku Hari Terakhir Kartosoewirjo: 81 Foto Eksekusi Imam DI/TII yang diluncurkan pada 5 September 2012.


Foto-foto selanjutnya merekam tahap-tahap pelaksanaan eksekusi mati bagi pemimpin gerakan pendirian negara Islam Indonesia itu. Entah apa yang ada di benak tokoh Islam yang pernah sama-sama Sukarno dididik di rumah Tjokroaminoto itu. Dalam sebuah foto dia tampak termenung memikirkan apa pesan terakhirnya sebelum ajal menjemput.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
Kampanye penyebaran informasi pencegahan dan pengobatan Flu Spanyol di Hindia Belanda melalui medium lokal.
Kampanye penyebaran informasi pencegahan dan pengobatan Flu Spanyol di Hindia Belanda melalui medium lokal.
Lorong Zaman Pamer
Lorong Zaman Pamer
Spanyol kerap diguncang teror, mulai dilakukan oleh kaum separatis hingga kaum radikal asal Timur Tengah.
Spanyol kerap diguncang teror, mulai dilakukan oleh kaum separatis hingga kaum radikal asal Timur Tengah.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Masa depan sepakbola di bawah rezim Taliban berpotensi suram. Trauma eksekusi mati di tengah stadion dikhawatirkan terulang.
Masa depan sepakbola di bawah rezim Taliban berpotensi suram. Trauma eksekusi mati di tengah stadion dikhawatirkan terulang.
Dari sedikit catatan di Piala Eropa, hanya ada dua pasang ayah dan anak yang pernah bikin gol di turnamen paling populer kedua setelah Piala Dunia itu.
Dari sedikit catatan di Piala Eropa, hanya ada dua pasang ayah dan anak yang pernah bikin gol di turnamen paling populer kedua setelah Piala Dunia itu.
transparant.png
bottom of page