top of page

Adakah Jejak Khilafah di Nusantara?

Filolog Oman Fathurahman mempertanyakan bagaimana sebuah kesultanan di Nusantara bisa disebut sebagai bagian dari khilafah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi dari manuskrip tentang Kesultanan Utsmaniyah abad ke-17. (digitalcollections.nypl.org).

  • 25 Agu 2020
  • 2 menit membaca

Kemunculan film Jejak Khilafah di Nusantara menimbulkan perdebatan terkait keberadaan khilafah di Nusantara. Perbincangan mengenai khilafah di Nusantara kembali ramai. Benarkah ada khilafah di Nusantara? Apa itu khilafah dan hubungannya dengan Nusantara?


Dalam Dialog Sejarah “Khilafah di Nusantara, Benarkah Ada Jejaknya?“ di Facebook dan Youtube Historia.id, Selasa, 25 Agustus 2020, Filolog dan Dosen UIN Syarif Hidayatullah Oman Fathurahman justru mempertanyakan kembali apa yang dimaksud sebagai jejak khilafah di Nusantara.


Oman menyebut bahwa definisi jejak khilafah sendiri belum jelas. Jika yang dimaksud adalah bahwa kesultanan-kesultanan di Nusantara pernah menjadi bagian dari suatu sistem pemerintahan khilafah, menurutnya itu tidak benar.


“Saya mengkaji sejumlah manuskrip dari Aceh, dari Palembang, dari Jawa juga, dari mana-mana, tidak mengindikasikan sama sekali bahwa kesultanan di Nusantara itu bagian dari Khilafah Utsmani pada saat itu kalau mau disebut khilafah,” kata Oman.


Oman tidak meragukan adanya hubungan diplomatik maupun jaringan ulama Nusantara, terutama Aceh dengan Dinasti Utsmaniah. Namun sebelum masuk lebih jauh, menurutnya masih menjadi pertanyaan juga, apakah Utsmani adalah representasi dari khilafah itu sendiri.


“Kalaupun ada hubungan itu, maka pertanyaannya apakah dinasti Utsmani itu, Ottoman Empire itu bisa dianggap merepresentasikan apa yang diyakini sebagai ideologi khilafah dalam Islam? Ini kan perdebatannya panjang,” terangnya.


Menurutnya, dari Khulafaur Rasyidin atau empat kekhalifahan yang berdiri sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW, hanya dua yang dianggap merepresentasikan nilai Syuro, yakni Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khattab. Ketika memasuki kepemimpinan Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib hingga Abassiyah muncul, pertanyaan apakah kepemimpinan mereka merepresentasikan nilai-nilai kekhilafahan.


“Saya kira itu tuh pertanyaan, mungkin kita harus bertanya ke diri sendiri yang dimaksud jejak khilafah di Nusantara itu apa. Saya sudah menjawab, kalau yang dimaksud adalah dalam sistem pemerintahan dan kita adalah bagian dari sistem pemerintahan Dinasti Turki Utsmani, misalnya, saya kira tidak,” ungkapnya.


Tapi, lanjutnya, “kalau mau menyebutnya itu bahwa Nusantara ini punya jejak-jejak peradaban Islam dari Turki, peradaban Islam dari Mesir, peradaban Islam dari Timur Tengah, itu sangat ada.”


Nabi Muhammad SAW dan Islam sendiri, kata Oman, tidak menunjukkan bahwa khilafah sebagai sebuah sistem pemerintahan. Khilafah yang dimaksud menurutnya adalah serangkaian nilai-nilai, bukan sistem pemerintahan.


Kembali ke tafsir soal bahwa kesultanan-kesultanan Islam di Nusantara itu adalah bagian dari Khilafah Utsmani, Oman menyebut ada dua poin penting. Pertama, memang ada hubungan diplomatik antara kesultanan di Nusantara dengan Truki Utsmani.


“Bahwa ada kontak diplomatik, misalnya, gitu ya dengan katakanlah Turki Utsmani pada masa itu saya kira itu, termasuk Jawa, mungkin saja. Kalau Melayu saya punya bukti yang banyak memang tentang adanya kontak, khusunya Aceh tentu saja,” jelasnya.


Yang kedua, hubungan diplomatik tersebut tidak serta-merta menjadikan kesultanan-kesultanan itu sebagai bagian dari kekhalifahan.


“Sekali lagi, kalau mengklaim bahwa Nusantara adalah bagian dari Khilafah Utsmaniah itu, persatuan Islam sedunia yang sudah dimusnahkan tahun 1924, lalu kita harus kembali ke zaman itu untuk keagungan Islam misalnya, saya kira itu terlalu mengglorifikasi ya,” tegasnya.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.
Peristiwa Stonewall secara radikal mengubah persepsi tentang kaum homoseksual di Amerika dan di seluruh dunia.
Peristiwa Stonewall secara radikal mengubah persepsi tentang kaum homoseksual di Amerika dan di seluruh dunia.
Digagas wartawan dan diadaptasi dari turnamen di Amerika Latin, pamor Liga Champions justru hampir menyamai Piala Dunia.
Digagas wartawan dan diadaptasi dari turnamen di Amerika Latin, pamor Liga Champions justru hampir menyamai Piala Dunia.
 Remah-remah kisah dari pedalaman Kalimantan.
Remah-remah kisah dari pedalaman Kalimantan.
Suku Baduy semakin kesulitan menjaga kearifan lokal yang luhur. Mereka diuji oleh kebutuhan perut dan masuknya budaya luar.
Suku Baduy semakin kesulitan menjaga kearifan lokal yang luhur. Mereka diuji oleh kebutuhan perut dan masuknya budaya luar.
Lahir dengan banyak kelebihan, Bandoola melakukan sesuatu yang lebih dibanding gajah-gajah lain.
Lahir dengan banyak kelebihan, Bandoola melakukan sesuatu yang lebih dibanding gajah-gajah lain.
transparant.png
bottom of page