top of page

Ada A.H. Nasution di Balik Dekrit Presiden

Dekrit Presiden Sukarno pada 5 Juli 1959 memuluskan jalan menuju Dwifungsi ABRI.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jenderal TNI Abdul Haris Nasution dan Presiden Sukarno. (Perpusnas RI).

5 Jul 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 1 Jun

PRESIDEN Sukarno pernah murka kepada KSAD Kolonel Abdul Haris Nasution. Soalnya, Nasution dianggap sebagai biang keladi mengarahkan moncong meriam ke Istana Merdeka. Nasution berdalih melakukan itu karena kecewa para politisi (termasuk Bung Karno) selalu mencampuri urusan internal AD. Kejengkelan Nasution memuncak pada percobaan setengah kudeta pada 17 Oktober 1952.


“Engkau benar dalam tuntutanmu, akan tetapi salah di dalam caranya,” kata Sukarno kepada Nasution dalam otobiografinya, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat. “Sukarno tidak sekali-kali akan menyerah karena paksaan. Tidak kepada seluruh tentara Belanda dan tidak kepada satu batalion Tentara Nasional Indonesia” Sebagai hukuman, Nasution dinonaktifkan dari jabatannya.


Pada 1955, Sukarno memulihkan relasinya dengan Nasution. Untuk kedua kalinya, Sukarno mengangkat Nasution sebagai KSAD. Nasution kembali menjadi orang nomor satu di AD. Pangkatnya naik dua tingkat jadi mayor jenderal.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Josephine Baker menjadi mata-mata Prancis di masa Perang Dunia II. Bintang panggung keturunan Afrika-Amerika ini memanfaatkan koneksi dan kecerdikannya untuk mengelabui Nazi.
Josephine Baker menjadi mata-mata Prancis di masa Perang Dunia II. Bintang panggung keturunan Afrika-Amerika ini memanfaatkan koneksi dan kecerdikannya untuk mengelabui Nazi.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
 Remah-remah kisah dari pedalaman Kalimantan.
Remah-remah kisah dari pedalaman Kalimantan.
Bermula dari hasrat untuk mengeruk laba dari niaga lada di Sumatera, Amerika beranjak lebih jauh ke dominasi politik-dagang di mana-mana.
Bermula dari hasrat untuk mengeruk laba dari niaga lada di Sumatera, Amerika beranjak lebih jauh ke dominasi politik-dagang di mana-mana.
Pengajaran sejarah yang baik dapat membangkitkan daya kritis, kreativitas, dan keberanian mengambil keputusan.
Pengajaran sejarah yang baik dapat membangkitkan daya kritis, kreativitas, dan keberanian mengambil keputusan.
transparant.png
bottom of page