- 13 Feb 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
Sejak zaman pendudukan Jepang, Bung Hatta sudah tidak setuju Papua dan Timor masuk ke dalam negara yang hendak didirikan di bekas wilayah Hindia Belanda. Dalam sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Hatta meminta batas-batas wilayah Indonesia.
“Waktu itu saya katakan bahwa saya tidak minta lebih daripada daerah Indonesia yang dulu dijajah oleh Hindia Belanda,” kata Hatta dalam sidang tanggal 11 Juli 1945.
Jadi, Hatta tak setuju dengan Mr. Mohamad Yamin dan Raden Abdoel Kaffar. Yamin ingin daerah seperti Timor, Sarawak, dan Papua masuk ke dalam wilayah Indonesia dan Kaffar menyetujuinya. Sebelum Jepang datang, Sarawak adalah milik Inggris, sedangkan Timor milik Portugal dan sebagian Papua juga dimiliki Inggris. Menurut Hatta, lebih baik Papua merdeka sendiri.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












