top of page

Mencari Sejarah Si Pitung

Si Pitung bukan sekadar legenda. Sejarah mencatat sosoknya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dicky Zulkarnaen (kiri) memerankan Si Pitung (1970) karya sutradara SM Ardan. Foto dari "In Search of Si Pitung: The History of an Indonesian Legenda" karya Margreet van Till.

8 Okt 2013
2 menit membaca

Diperbarui: 11 Jul

DARI kejauhan terdengar suara tembakan memecah malam pada 30 Juli 1892. Rumah tuan tanah asal Bugis, Hadji Sapiudin, di kawasan Marunda dirampok gerombolan bersenjata.


Seorang menodong Hadji Sapiudin, sisanya menguras isi rumah. Esoknya, warga heboh. Mereka percaya kelompok Si Pitung pelaku perampokan itu. Peristiwa ini terekam dalam koran Hindia Olanda, 10 Agustus 1892.


Sebulan kemudian, Si Pitung ditangkap. Rumahnya digeledah. Polisi menemukan barang bukti uang sebesar 125 gulden di sebuah lubang rahasia di lantai rumah. Pitung dijebloskan ke penjara di Meester Cornelis. Namun, tak lama berselang, Si Pitung bersama gengnya, Dji’ih, Rais, dan Jebul meloloskan diri.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Lorong Zaman Puasa
Lorong Zaman Puasa
Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.
Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.
Meski tak punya prestasi di lapangan hijau, garda gawang legendaris Setan Merah ini satu-satunya kiper yang memiliki gelar pahlawan.
Meski tak punya prestasi di lapangan hijau, garda gawang legendaris Setan Merah ini satu-satunya kiper yang memiliki gelar pahlawan.
transparant.png
bottom of page