- 28 Mar 2018
- 3 menit membaca
Diperbarui: 5 hari yang lalu
SOEHARTO tak pernah mengenal istilah “matahari kembar”. Bagi pemuka utama Orde Baru itu, pantang ada figur yang bisa menyaingi ketokohannya. Mereka yang berpotensi membahayakan posisinya akan disingkirkan.
Sebagai presiden jebolan tentara, Soeharto mafhum ABRI, khususnya Angkatan Darat, selalu menghadirkan para perwira loyalis sekaligus oposan. Salah satu perwira tinggi yang pernah kena depak karena mengusik Soeharto adalah Jenderal TNI Widodo, Kepala Staf TNI AD (Kasad) periode 1978-1980. Widodo yang disebut-sebut sebagai tokoh pembaru TNI dicurigai Soeharto memiliki agenda tersamar.
“Ia hanya sempat menjadi Kasad dua tahun, bukannya empat atau lima tahun, sebagaimana biasanya,” tulis Salim Said dalam "Soeharto dan Militer" termuat dalam Krisis Masa Kini dan Orde Baru suntingan Muhammad Hisyam.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















