Diperbarui: 1 Okt
TIADA pasang kuda-kuda berlebihan. Teriakan pemacu semangat dan adrenalin khas kungfu pun tak dilantangkan. Dengan tenang serangan lawan dipatahkan. Diam-diam menghanyutkan setiap lawan. Tiap gerakannya efektif, cepat, dan mematikan saat pertarungan jarak dekat. Begitulah ciri khas Ip Man, guru besar wing chun.
“Karena setiap gerakannya harus rileks. Perhatikan, di film-filmnya pun Ip Man (diperankan Donnie Yen) enggak ada teriakan sama sekali. Memang wing chun terkenalnya close combat (pertarungan jarak dekat). Enggak pakai awalan (kuda-kuda), enggak pakai tarikan baru pukul seperti beladiri lain. Dari depan langsung pukul. Keistimewaan wing chun memang begini,” ujar Sifu Martin Kusuma, salah satu pendiri Tradisional Ip Man Wing Chun (TIMWC) Indonesia, kepada Historia.ID.
Sejak 2008, kungfu aliran wing chun booming di Asia hingga Amerika seiring dirilisnya sejumlah film drama-action yang menonjolkan karakter Ip Man. Utamanya yang diperankan Donnie Yen, yang seri terakhirnya, Ip Man: The Finale, tayang di bioskop-bioskop Indonesia sejak 1 Januari 2020.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















