- Petrik Matanasi
- 18 Okt 2022
- 5 menit membaca
Diperbarui: 18 Jan
SETELAH Agresi Militer Belanda I pada 21 Juli 1947, kekuatan Republik di daerah sekitar Baturaja berantakan. Komandan resimen Mayor Rasjad kemudian memerintahkan seorang Pembantu Letnan (dulu disebut Letnan Muda) mewakilinya dengan mandat penuh untuk bertindak demi pertahanan daerah Ogan Tengah.
Pembantu Letnan yang baru berumur 20 tahun itu berangkat ke Ogan Tengah bersama Mayor dr. Moeghni dengan sebuah jip. Sepanjang jalan mereka melihat kampung-kampung di Baturaja sepi karena penduduk mengungsi. Para Republiken dan rakyat sipil panik di sana.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












