top of page

Sepucuk Surat PM Malaysia untuk PSSI

Demi pencitraan politik dalam negerinya, pemerintah Malaysia pernah meminta pertolongan PSSI.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Wakil timnas Indonesia menerima piala Merdeka Games. Foto: Kementerian Penerangan Malaysia

23 Agu 2017
2 menit membaca

Huru-hara antar etnis melanda Malaysia pada Mei 1969. Korban jiwa berjatuhan hingga ratusan. Otomatis situasi tersebut menjadikan hampir segala kegiatan di berbagai bidang berantakan dan terancam batal. Termasuk rencana menggelar kembali Merdeka Games, salah satu pentas sepakbola terakbar di Asia Tenggara kala itu.


Karena dinilai penting untuk memulihkan nama baik Malaysia di mata internasional, pemerintah negeri jiran itu bertekad untuk tetap menyelenggarakan perhelatan tersebut. Mereka lantas merencanakan akhir Oktober 1969 sebagai waktu yang baik untuk mengadakan pentas sepakbola Merdeka Games. Salah satu undangan yang mereka harapkan hadir adalah tim nasional Indonesia, yang saat itu masih dianggap “macan” sepakbola Asia.


Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menyanggupi untuk ikut Merdeka Games dengan mengirimkan timnas B. Namun pengiriman itu ditolak Malaysia karena mereka menginginkan justru timnas A yang harus tampil di Kualalumpur.


“Alasannya amat politis: keikutsertaan tim utama Indonesia yang waktu itu cukup disegani di Asia, Malaysia bisa mengklaim pada dunia bahwa Kuala Lumpur telah aman dari keributan,” ungkap Arief Natakusumah dalam Drama Itu Bernama Sepakbola: Gambaran Silang Sengkarut Olahraga, Politik dan Budaya.


Awalnya Indonesia enggan mengabulkan. Pasalnya, timnas A sudah dipersiapkan untuk mempertahankan King’s Cup di Thailand, yang pada 1968 berhasil mereka rebut. Tetapi Malaysia bersikeras, bahkan sampai mengirimkan surat khusus berlogo Perdana Menteri Malaysia ditujukan kepada Ketua Umum PSSI. Kosasih Purwanegara SH (Ketua Umum PSSI periode 1967-1975) dalam buku 80 Tahun Bapak, mengisahkan bagaimana Perdana Menteri Tunku Abdul Rahman memohon kepada PSSI.


“Jika dari saudara-saudara serumpun bantuan itu tidak dapat diperoleh, dari mana lagi kami mengharapkan?,” demikian menurut Tunku Abdul Rahman seperti dikutip oleh Kosasih.


Merasa tersentuh dengan isi surat itu maka akhirnya PSSI mengirim tim utama. Pelatih Endang Witarsa membawa dua kiper: Judo Hadianto, Ronny Paslah. Bek: Budi Santoso, Sunarto, Surya Lesmana, Mulyadi, Yuswardi. Gelandang: Iswadi Idris, Anwar Ujang, Zulham Yahya, Ipong Silalahi, Syamsuddin Hadade, Max Timisela, Sinyo Aliandu, Mohammad Basri. Striker: Sucipto Suntoro, Abdul Kadir, Jacob Sihasale.


Rec Sport Soccer Statistics Foundation (RSSSF) mencatat, Indonesia sukses jadi kampiun di Merdeka Games 1969. Babak awal pada Grup 1, Indonesia jadi juara grup setelah menang 3-0 dari Korea Selatan (Korsel), menundukkan Thailand 4-1 dan mengalahkan Malaysia 3-1.


Di semifinal, Indonesia bersua Singapura yang jadi runner-up Grup 2. Seperti yang diramalkan di atas kertas, Indonesia menang telak 9-2. Di final pada 9 November 1969, Indonesia menang lagi dari tuan rumah Malaysia 3-2. Gelar juara ini jadi yang ketiga setelah sebelumnya membawa pulang trofi juara di 1961 dan 1962.


Tapi sayangnya di gelaran King’s Cup, tim Garuda gagal mempertahankan gelar juara. Mereka kelelahan, kendati sebelumnya juga sukses menembus babak awal di Grup B sebagai juara grup. Di final pada 28 November 1969, Indonesia kalah tipis 0-1 dari Korsel.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Usaha mencari obat mujarab di negeri jajahan tak melulu berjalan mulus. Salah seorang ahli medis malah kena tipu.
Usaha mencari obat mujarab di negeri jajahan tak melulu berjalan mulus. Salah seorang ahli medis malah kena tipu.
Digagas wartawan dan diadaptasi dari turnamen di Amerika Latin, pamor Liga Champions justru hampir menyamai Piala Dunia.
Digagas wartawan dan diadaptasi dari turnamen di Amerika Latin, pamor Liga Champions justru hampir menyamai Piala Dunia.
Nama resminya Academy Award of Merit. Kenapa lebih populer disebut Piala Oscar?
Nama resminya Academy Award of Merit. Kenapa lebih populer disebut Piala Oscar?
 Remah-remah kisah dari pedalaman Kalimantan.
Remah-remah kisah dari pedalaman Kalimantan.
transparant.png
bottom of page