top of page

Sepakbola Tanpa Batas Gender

Dulu pesepakbola yang berseragam celana kulot dianggap vulgar. Kini, perempuan dengan seragam berjilbab dianggap tak sesuai.

loading_historia_white.gif
transparant.png
14 Feb 2012
4 menit membaca

Diperbarui: 18 Des 2025

KEIKUTSERTAAN perempuan dalam sepakbola bukanlah kemarin sore. Di Tiongkok, sebuah lukisan di dinding kuno menggambarkan para perempuan sudah memainkan sepakbola sejak zaman Dinasti Donghan (25-220 Masehi). Setelah itu geliatnya seolah meredup, terlebih memasuki era Dinasti Qing (1644-1912) yang melarang sepakbola perempuan. Memasuki abad ke-18, para sejarawan mencium adanya aktivitas sepakbola perempuan di Skotlandia. Pertandingannya cukup unik, mempertemukan tim yang sudah menikah dengan yang belum. Pertandingan ini sekaligus menjadi ajang cari jodoh bagi para pria lajang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page