top of page

Sejarah Kolam Renang Pertama di Indonesia

Ini sejarah kolam renang pertama di Indonesia. Pribumi dan anjing dilarang masuk.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi: kolam renang umum. ( Fernando Randy/Historia )

23 Feb 2020
3 menit membaca

KOLAM renang telah ada di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda. Kolam renang pertama berada di Bandung, Jawa Barat, berawal dari kolam ikan sederhana yang dibangun pada 1904.


Kolam renang Cihampelas itu terletak di sisi jalan kecil Tjihampelaslaan (Jalan Taman Hewan), yang menghubungkan Lembangweg (Jalan Cihampelas) dan Ghyselsweg (Jalan Tamansari).


"Kolam renang Tjihampelas adalah kolam renang tertua di Bandung. Kolam renang ini semula merupakan kolam ikan milik Ny. Homann, istri pemilik Hotel Savoy Homann, Tuan Homann," tulis Sudarsono Katam Kartodiwirio dan ‎Lulus Abadi dalam Album Bandoeng Tempo Doeloe.


Kolam renang Cihampelas dibangun untuk melayani tamu-tamu hotel. Pada masanya termasuk lengkap dengan tiga buah kolam berstandar internasional.


Kolam renang Cihampelas sempat menjadi tempat berlatih Perkumpulan Berenang Bandung (Bandoengse Zwem Bond) yang berdiri pada 1917.


Kolam renang itu hanya diperuntukan bagi orang-orang Belanda dan Eropa. Plang larangan bagi pribumi sungguh menyakitkan. Mantan Jaksa Agung Letjen TNI (Purn.) Soegih Arto menjadi saksinya pada masa kecil.


"Saya masih ingat waktu di Bandung guru olahraga setengah mati mencari kolam renang untuk pelajaran berenang," kata Soegih Arto dalam memoarnya, Sanul Daca.


"Di kolam renang Centrum," lanjut Soegih Arto, "jelas tidak mungkin, karena tertulis dengan huruf besar VERBODEN VOOR HONDEN EN INLANDERS atau terjemahan dalam bahasa Indonesia adalah DILARANG UNTUK ANJING DAN ORANG PRIBUMI. Begitulah derajat bangsa kita sewaktu dijajah Belanda, padahal ini sudah tahun 1940."


Akhirnya, berkat seorang anggota Volksraad (Dewan Rakyat), para siswa diperbolehkan berenang di kolam renang Cihampelas. "Alangkah gembiranya kami, karena naik derajat setingkat di bawah bule, sedikit di atas anjing. Asyik juga berenang dengan bule-bule, apalagi wanitanya yang berbadan putih padat. Sayang pada waktu itu belum ada bikini," kata Soegih Arto.


Jenderal TNI (Purn.) A.H. Nasution juga punya pengalaman berenang di kolam renang Cihampelas. Saat itu, dia sedang mengikuti pendidikan militer CORO (Corps Opleiding Reserve Officieren) di Bandung tahun 1940.


"Tiap akhir minggu kami berenang di Cihampelas. Saya belum pernah sebelumnya berenang di dalam kolam renang, apalagi dengan cara gaya tertentu. Saya berenang di kali di masa kecil, karena itu harus mulai lagi belajar dari mula pangkal," kata Nasution dalam memoarnya, Memenuhi Panggilan Tugas: Kenangan Masa Muda.


Kolam renang Tjihampelas di Bandung, 1930-1935. (Tropenmuseum).
Kolam renang Tjihampelas di Bandung, 1930-1935. (Tropenmuseum).

Menurut Sudarsono Katam dan ‎Lulus Abadi, selain kolam renang Cihampelas, kolam renang lain di Bandung adalah kolam renang Centrum (sekarang bernama kolam renang Tirta Merta), yang dibangun pada 1920 dengan gaya arsitektur modern tropis Indonesia, karya arsitek C.R. Wolff Schoemaker. Letak kolam ini di Bilitonstraat (sekarang Jalan Belitung).


Kolam renang lainnya berada di kompleks Dago Teehuise (Dago Tea House) dan di Cimindi cukup dikenal masyarakat Bandung, tetapi telah ditutup sejak akhir tahun 1950-an.


Pada 1950-an, kolam renang Cihampelas dan Centrum menjadi tempat berlatih atlet-atlet renang daerah dan nasional. Bahkan, renang menjadi olahraga pertama yang melakukan pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Bandung untuk menghadapi Olimpiade Roma 1960 dan Asian Games 1962 di Jakarta.


"Sistem pelatnas ini kemudian diikuti oleh cabang-cabang lain sebelum akhirnya Sukarno menyetujui pelatnas Asian Games dipusatkan di kota kembang tersebut," tulis Brigitta Isworo Laksmi dan Primastuti dalam biografi M.F. Siregar, Matahari Olahraga Indonesia.


Saat itu, M.F. Siregar ditunjuk sebagai pelatih kepala cabang olahraga air yang terdiri dari renang, polo air, dan loncat indah.


"Sejak tahun 1950-an, Siregar punya kebiasaan meninggalkan rumah pukul 04.30 pagi untuk melatih renang dan polo air di klub Tirta Merta maupun di pelatnas renang yang saat itu dilaksanakan di Bandung, dan di perkumpulan renang Tirta Taruna dan pelatnas di Jakarta," tulis Brigitta dan Primastuti.


Sayangnya, kolam renang Cihampelas barakhir nahas. Setelah sempat terbengkalai, akhirnya kolam renang pertama di Indonesia itu dibongkar untuk dijadikan hotel.


Penghancuran itu disayangkan sejumlah pihak di antaranya Irsan Sutedja, mantan atlet renang dan anggota Komisi Teknik Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) KONI Jawa Barat.


"Sejak tahun 1959," kata Irsan dikutip detik.com, "saya berlatih mengawali karier saya sebagai atlet renang di kolam Centrum dan Cihampelas itu."*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Kerusuhan rasial Chicago 1919, kisah pilu orang kulit hitam di negeri tempat kelahiran demokrasi.
Kerusuhan rasial Chicago 1919, kisah pilu orang kulit hitam di negeri tempat kelahiran demokrasi.
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Persidangan di hari pertama diawali dengan pembacaan dakwaan jaksa. Sidang dipimpin hakim dari Afrika Selatan yang bereputasi internasional.
Persidangan di hari pertama diawali dengan pembacaan dakwaan jaksa. Sidang dipimpin hakim dari Afrika Selatan yang bereputasi internasional.
transparant.png
bottom of page