Sebelas Pesepakbola Dunia di Layar Perak (Bagian II – Habis)

Dari Eric Cantona hingga Neymar. Para maestro sepakbola ini melebarkan sayap dari lapangan ke perfilman

09 April 2019
  • BAGIKAN
  • line
  • bbm
Sebelas Pesepakbola Dunia di Layar Perak (Bagian II – Habis)
David Beckham (kanan) kala dilibatkan dalam trailer film "Deadpool 2" (Foto: 20th Century Fox)

CAK Jim sangat mengumbar prestisnya sebagai manajer yang mampu mengorbitkan artis papan atas. Sosok bule yang fasih logat Jawa Timur-an itu pada akhirnya ditangkap polisi justru lantaran ternyata seorang penipu yang dicari-cari. Karakter itu diperankan Timo Scheunemann, mantan pemain Persiba Balikpapan dan Tampine Rovers serta pelatih Persema Malang dan Persiba, dalam film drama-komedi Yowis Ben 2 yang tayang sejak 14 Maret 2019.

Film itu merupakan satu dari tiga film yang pernah melibatkan pria berdarah Jerman kelahiran Kediri, 29 November 1973 itu. Sebelumnya, Timo pernah mentas di film Tendangan dari Langit (2010) sebagai dirinya sendiri (pelatih bola) dan Rudy Habibie (2016) sebagai pastur Gilbert.

Timo bukan satu-satunya mantan pesepakbola di Indonesia yang banting setir ke dunia akting. Di akhir 1970-an, ada nama Muthia Datau, kiper cantik Buana Putri dan timnas putri Indonesia. “Ya kebetulan cocok ketika ada yang menawari main film, ya sudah (mulai membintangi film). Dulu pertamakali main film layar lebar judulnya Sepasang Merpati (1979). Terus lanjut ada Malu-Malu KucingSirkuit Kemelut. Banyak kok, sekitar enam film,” ujarnya kepada Historia, medio Januari 2018.

Hal serupa banyak terjadi di sepakbola dunia. Setidaknya ada 11 sosok yang pernah menjajal akting di film komersil. Di bagian pertama sudah diuraikan lima di antaranya: Pelé, Carlo Ancelotti, Paul Breitner, Ally McCoist, dan Ian Wright. Berikut enam pesepakbola lain yang mencicipi peran dalam layar lebar:

Eric Cantona

Darah seniman dari orangtua mengalir deras di tubuh Eric Daniel Pierre Cantona. Ayahnya, Albert Cantona, seorang pelukis yang nyambi jadi perawat untuk menghidupi Cantona dan keluarganya di kaki bukit Les Caillols.

Maka selepas gantung sepatu tahun 1997, legenda Manchester United kelahiran Marseille, 24 Mei 1966 itu punya passion berkiprah di seni peran. Sejatinya debut Cantona sudah dirintis saat masih merumput bersama Manchester United, yakni dalam film Le Bonheur est dans le Pré (1995). Bob McCabe Menulis dalam The Rough Guide to Comedy Movies, Cantona berperan sebagai Lionel, seorang pemain rugbi. Dalam film ini juga Cantona satu frame dengan adiknya, Joël Cantona.

Hingga 2018, Cantona sudah terlibat dalam 26 film. Termasuk dalam film Elizabeth (1998) yang meraih penghargaan Academy Awards dan Golden Globe 1999. “Penampilan tersuksesnya adalah ketika tampil sebagai pemeran utama di film garapan Ken Loach Looking For Eric yang rilis 2009, di mana film ini masuk nominasi Palme D’Or dan menang Magritte Award,” tulis James McCarthy dalam Manchester United: Born Winners.

Vinnie Jones

Ketimbang Cantona, nama Vincent Peter Jones alias Vinnie Jones lebih produktif nampang dalam layar perak. Jones jadi eks pesepakbola dengan jumlah penampilan film terbanyak per 2018: 75 film. Sejak belia, sosok tegap bak tukang pukul kelahiran Watford, Inggris, 5 Januari 1965 itu memang sudah hobi nonton film seperti Dracula (1931), atau Planet of Apes (1968).

Di lapangan, karier Vinnie Jones tak terlalu jelek meski tak juga brilian. Puncak kariernya terjadi pada 1988 kala ikut meraih FA Cup bersama Wimbledon.

Debutnya dalam layar lebar terjadi pada 1998 dalam film komedi-kriminal Lock, Stock and Two Smoking Barrels. Dia berperan sebagai tukang pukul bernama Big Chris.

Di situlah titik balik hidupnya terjadi, dia benar-benar banting setir ke perfilman setelah gantung sepatu pada 1999. Di film itu, Jones dianugerahi Empire Award dalam kategori pendatang baru terbaik. Dalam film Snatch (2000), Jones juga mendapat Empire Award untuk aktor Inggris terbaik, serta Alan J. Bailey Award dalam film Strength and Honour (2007) untuk aktor pendukung terbaik.

“Saya benar-benar tak menyangka dampak film (Lock, Stock and Two Smoking Barrels) itu. Penampilan saya mendapat ulasan yang bagus dan yang terpenting bagi saya adalah, saya diakui punya kemampuan untuk tampil di depan layar,” ungkapnya dalam otobiografinya, It’s Been Emotional.

Zinedine Zidane

Legenda Prancis berdarah Aljazair kelahiran Marseille, 23 Juni 1972 itu tak pernah bisa jauh dari sepakbola. Pasca-gantung sepatu pada 2006 pun, Zidane memutuskan menjadi entrenador (pelatih) Real Madrid.

Kalaupun pernah menyambi nampang di layar perak, perannya senantiasa bersinggungan dengan skill olah bolanya, seperti dalam film Goal! The Dream Begins (2005). Dalam film drama bertema sepakbola itu Zidane tampil sebagai cameo bersama 45 pesepakbola dunia lainnya, seperti Raúl González dan David Beckham. Pun begitu di sekuelnya, Goal II: Living the Dream (2007).

Namun yang paling jadi sorotan buat “Zizou” di layar lebar adalah keterlibatannya sebagai figuran bernama Numerodix dalam Asterix at the Olympic Games (2008). “Adegan saya tetap memainkan bola,” ujarnya jelang produksi film, dikutip La Dernière Heure, 20 Oktober 2006.

Stan Collymore

Sepuluh klub sudah disinggahinya sejak 1990 hingga pensiun 2001, termasuk Liverpool dan Aston Villa. Striker kelahiran 22 Januari 1971 bernama lengkap Stanley Victor Collymore itu juga setidaknya tiga kali mengenakan jersey timnas Inggris. Sayangnya hingga kini Stan dikenal hanya sebagai mantan pemain medioker. Selebihnya, ia lebih dikenal akan sejumlah kontroversinya: kekerasan fisik terhadap pacarnya Ulrika Jonsson pada 1998 atau tertangkap pihak keamanan saat melakukan seks di muka umum pada 2004.

Pun begitu, namanya sempat jadi bahan omongan lagi saat diajak terlibat akting dengan aktris Sharon Stone di film “erotis” Basic Instinct 2: Risk Addiction keluaran 2006.

Collymore berperan sebagai Kevin Franks, bintang sepakbola yang punya hubungan “panas” dengan Catherine Tramell, seorang terduga pembunuh berantai yang diperankan Sharon Stone. Collymore beradegan seks dengan Sharon di sebuah mobil hingga menyebabkan kecelakaan dan kematian Franks. “Bermain bersama Stan adalah hal yang luar biasa. Sosoknya menyenangkan dan berkharisma. Ia juga profesional,” kesan Sharon terhadap Collymore, dilansir Daily Mail, 15 Maret 2006.

David Beckham

Bagi banyak orang di segenap pelosok bumi, nama David Beckham bukan figur yang asing. Kebintangan pria bernama lengkap David Robert Joseph Beckham itu melintas batas dari lapangan, bidang bisnis hingga dunia selebritas sebagai bintang iklan. Dia juga punya sepasukan sahabat para aktor Hollywood. Maka tak mengherankan jika sosok flamboyan kelahiran 2 Mei 1975 itu beberapa kali muncul di layar perak.

Seperti halnya Zidane, Beckham juga muncul sebagai cameo di film Goal! (2005) dan Goal 2 (2007). Padahal mestinya dia dan istrinya, Victoria, menjalani debut juga sebagai cameo di film Bend It Like Beckham (2002). Sayangnya jadwal Beckham dan istrinya kurang bersahabat hingga urung ikut terlibat.

Kala itu, Beckham menyatakan tak pernah berniat menseriusi karier akting. “Saya terlihat sedikit kaku dalam (film) Goal! Harus saya akui, akting bukan karier saya. Saya tak bisa berakting. Bahwa film (Goal!) itu tentang sepakbola, setidaknya saya lumayan melakukannya (bermain bola),” terang Beckham, dikutip Ask Men, 2 Maret 2007.

Namun, Beckham kembali mentas di beberapa film. Setelah muncul sebagai cameo di The Man from U.N.C.L.E (2015), Becks jadi figuran bernama Trigger dalam King Arthur: Legend of the Sword (2015). Terakhir, dia beradu akting dengan aktor Ryan Reynolds dalam promo trailer Deadpool 2 (2018).

Neymar

Gaya eksentrik dan perangai yang menarik tak hanya menjadikan pesepakbola bernama asli Neymar da Silva Santos Júnior ini sebagai sosok bintang di lapangan, namun juga di layar lebar. Persona penggedor Paris Saint-Germain kelahiran 5 Februari 1992 itu jadi latarbelakang utama sineas DJ Caruso mengajaknya tampil dalam film XXX: Return of Xander Cage yang dibintangi Vin Diesel, Deepika Padukone, dan Donnie Yen itu.

Neymar nongol sebagai figuran di awal dan akhir film sebagai Agen Junior, personel magang agensi NSA (National Security Agency) yang terobsesi ingin masuk ke program rahasia XXX berikutnya. Besar kemungkinan Neymar akan kembali diajak tampil sebagai salah satu pemeran utama dalam sekuel berikutnya.

“Bagi saya, Neymar adalah Triple X – dia salah satu pesepakbola terhebat sepanjang masa. Tampangnya juga menarik dan punya attitude seorang pemberontak. Faktor-faktor yang sangat pas dengan persone Triple X,” sebut DJ Caruso, dikutip Luca Caioli dalam biografi Neymar: Updated Edition.

Film, Sepakbola, Timo-Scheunemann
  • BAGIKAN
  • line
  • bbm
1 Suka
BOOKMARK