- 3 Sep 2020
- 7 menit membaca
Diperbarui: 22 Feb
MAX Schmeling hampir tak mengenali negeri kelahirannya saat kembali dari Amerika Serikat pada suatu hari di bulan April 1933. Sejauh mata memandang, Schmeling melihat spanduk dan bendera swastika di hampir setiap sudut kota Berlin, Jerman. Salah seorang kawannya kala santap makan malam di salah satu restoran terpopuler di kota itu menyadarkan Schmeling bahwa Jerman yang dahulu bukanlah yang sekarang.
Selain bertebaran banyak spanduk dan panji Nazi, kota-kota besar di Jerman selalu diramaikan parade-parade barisan Sturmabteilung (SA, paramiliter Partai Nazi). Jika orang lain larut dalam histeria menyambut Adolf Hitler menjadi kanselir sejak Januari 1933, tidak begitu bagi Schmeling.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












